AssaLamu'aLaikum. Wr. Wb.
ALHamduLiLLah bisa posting Lagi di BLOG tercinta ini... dan untuk pembaca semua,,terima kasih sudah membaca dibLog ini... Senoga bermanfaat.... :))
Ehm..... Berkenaan dengan juduL pasti teman teman juga bingung apa maksud dari posting ini... Ehm,,sebenarnya tidak ada apa-apa... Hanya saja beberapa hari lalu berbincang dengan teman yang juga seorang ADK di salah satu fakultas diunmul... Dia menanyakan hal ini padaku ketika kita bertemu,yah sama seperti pembaca yang mungkin bingung maksudnya apa... Tapi akhirnya dia memperjelas maksudnya..
Inilah percakapan kami waktu itu :
"Ehm,,La.. Ada apa sich dengan ADK UNMUL saat ini ??"
"Maksudnya ?"
"Iyaa..... Aktivis Dakwah Kampus yang ada diunmul"
"ALhamduLiLLah baik-baik aja koq" Jawabku tak mengerti.
"Hehehe.. Bukan itu bah maksudku. Koq kelihatannya ADK UNMUL sekarang kalau bertemu dengan orang yang tidak dia kenal atau bukan sesama ADK kyaknya susah banget tuk tersenyum" Katanya dengan nada sangat heran.
"Ooooooo... Iya... Aku juga ngerasa begitu.. Koq kayak ada sekat-sekat yang dibuat ADK2 itu sendiri ?? Tapi Kurasa pasti ada alasan dibalik itu." Jawabku dengan mencoba berbaik sangka walau memang aku juga ngerasa agak hal yang sama.
(NB : saya dan ADK ini satu angkatan dan 1 Kos,,jadi kami tidak memakai bahasa ikhwah, karena memang sudah dekat dari sebelum menjadi ikhwah.)
"Iya la.. Ada salah seorang akhwat yang aku selalu bertemu ketika dikampus tuh, setiap aku senyum eh, malah gak membalas senyumku" Jawabnya dengan nada agak kaget.
"Mungkin dia lagi ngelihat ke lain kali, jadi gak lihat ke kamu"Jaawabku hati2.
"Gak Laaa..... Dia juga lihat aku,,eh malah gak senyum. Sampai2 kutegur dia,'senyum donk'... Baru dia tersenyum, itupun agak masem gitu" Jawabnya sambil mempraktekkan senyum yang terkesan dipaksakan.
"Sebenarnya hal itu memang menjadi masalh serius saat ini... Sebenarnya dibeberapa takLim sudah diingatkan sama Ustadz-nya jangan sampai terlihat anak musholla atau pusdima itu terlihat eksklusif. Harusnya inklusif.. dan menjadi bagian yang mewarnai kehidupan kampus, bukan malah asyik dengan dunianya sendiri" jawabku.
"Iya lho... Anehnya sekarang malah kayaknya ADK tuh banyak yang gak mau bergaul dengan teman2 bahkan dikelasnya sendiri yang mungkin memang belum menjadi ADK dan belum paham. Kan seharusnya malah ADK itu bergaul dengan mereka dan mewarnai meraka" Jawabnya Kemudian.
"Itulah yang harusnya kita kikis. . . Bukan orang Lain, karena ADK kan termasuk kita juga. Kita juga mencontohkan ke ADK Lain seperti itu." Optimisku begitu saja muncul.
"Iya La.... Sedih juga perasaanku. Karena La, kayak di keLasku tuh kan,, bahkan ada ikhwan itu sering banget ditegur sama teman2ku yang bukan ikhwan untuk sholat bareng. Nah, itukan artinya bukan orang amah itu mesti dijauhi, walau memang mereka agak slengek'an.. Bersama-sama lah kita merangkul mereka, jangan seperti menyelamatkan diri sendiri begitu. Kan tidak enak jika sampai ada suara2 angin yang mengatakan,,"Kalau senyum sama sesama muslim jarang, dimana Letak dakwah nya ?". Yah,,mudah2an ini menjadi refleksi kita bersama yach La...."
"Iya,, kita berbeda karena kita berusaha baik dengan menjadikan mereka teman satu agama yang kita rangkul bersama untuk keisLaman yang Kaaffah"
Kamipun saling memandang optimis dan tersenyum satu dengan yang lain. Tak Lama kemudian kamipun berpisah dengan melakukan agenda-agenda kami yang lain.
Kisah ini benar-benar menghentakkan hatiku, serta menjadi cermin untuk selalu menginstropeksi jalan dakwah ini. Kisah yang sangat kuingat sekali, padahal terjadi tak lebih dari 10 menit pertemuan kami yang secara kebetulan.
Pelajaran yang dapat saya ambil secara perenungan adalah "Amal Jama'i membutuhkan orang yang mendukungnya diluar ADK" karena dengan tidak adanya dukungan orang-orang diluar ADK,,maka dakwah seperti menyelamatkan diri sendiri dan tak berdiri dengan tegak.
SubhanaLLah haL ini menjadi posting kaLi ini. Kurang Lebihnya itulah manusia, dan hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. Terima kasih banyak.
Wassalamu'alaikum. wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar