Laman

Sabtu, 03 Maret 2012

Membangun Jiwa Entrepeneur Untuk Mahasiswa

Asw. Bagaimana membangun jiwa dan kepribadian Entrepeneur?
Jawab.
Aktivis Dakwah tetaplah manusia. Mahasiswa apalagi. Terkadang aktivitas dakwah terganggu akibat kurang adanya keuangan sedangkan jalur beasiswa susah ia dapatkan. Maka, banyak para aktivis yang pada akhirnya terjungkal dari arena kuliah karena tak mampu menyelesaikan urusan kuliahnya. Atau ada juga mahasiswa yang sengaja melatih kemandirian agar tidak sering merepotkan orang tuanya. Namun, susah untuk memikirkan usaha apa yang sesuai dengan kepribadian atau yang mudah dilakukan. Pada dasarnya, setiap mahasiswa punya bakat dalam bisnis, tinggal bagaimana ia punya keahlian atau minat dalam mengelola usaha. Salah satu contoh sukses adalah M. Rosyid Aziz (Pemilik Al-Azhar Press) yang sukses mengelola keuangannya dan menjadi pemilik dari sebuah penerbitan terkenal. Ia pun membangunnya dari kuliah. Nah, perkaranya tinggal apakah kita mau mencobanya pasca kuliah dengan konsekuensi kita baru bersiap-siap, atau justru kita berusaha mencoba tantangannya dengan menjadi entrepreneur sedini mungkin walau terbatas.
Beberapa usaha yang efektif dan mudah bagi kita untuk memulai menjadi pengusaha diantaranya sebagai berikut:
1.    Menjual Pulsa Elektrik
Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan yang eksis dalam penjualan pulsa elektrik. Untuk menjadi agennya pun ada yang gratis lagi. Setoran Deposit pun kini tidak terbatas, sehingga orang yang menyetor seharga Rp 20.000,- sekalipun dapat memulai usaha jualannya. Nah, jika kita telaten dan tahu bagaimana mengelolanya bukan tidak mungkin, kita bakal menjadi pengusaha pulsa yang sukses. Maklum, bisnis ini bermodal bebas dan kerugiannya sedikit. Bahkan kita bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 1.000,- per sekali mengisi bila pada faktanya harga pulsa di daerah kita terbilang mahal.
2.    Usaha Menjual Buku
Saat ini banyak aktivis mahasiswa yang menjadi agen penjualan buku-buku. Maklum keuntungannya juga bias minimal 10% dari harga buku. Syaratnya kita juga mempunyai pangsa pasar yang pas terhadap buku-buku atau majalah yang kita jual.
3.    Penyewaan Infokus
Fungsi Proyektor atau OHP kini sudah tergantikan dengan mudah dengan menggunakan Infokus. Bahkan, suatu kegiatan bila tidak ada media ini seperti tidak hidup. Sehingga Infokus kini menjadi kebutuhan yang mulai banyak diincar.

4.    Event Organizer
Bagi mahasiswa yang aktif organisasi maka akan mengenal yang namanya Event Organizer kan? Nah, justru kemampuan manajemen ini bisa kita bangun seharusnya. Maklum, kebutuhan akan EO dirasakan sekali dalam menyukseskan suatu event. Bila perlu team EO itu juga memiliki lembaga Training-training yang dipasarkan nantinya. Maklum sebagai contoh, BILT kini mulai menjadi pangsa terbuka yang dapat dikelola secara professional yang bukan saja menghasilkan aktivitas dakwah tapi juga keuangan bagi para pendakwah.
Sebenarnya banyak sekali wujud-wujud usaha lainnya. Pastinya kita kalau ingin menjadi seorang pengusaha dan entrepreneur muda yang tangguh sebenarnya harus memiliki jiwa kesungguhan dan niat dalam untuk menjadi orang sukses. Maklum, terkadang para aktivis merasa bingung bila nantinya dihadapkan pada fakta dilapangan saat usai kuliah di mana mencari pekerjaan sepertinya satu-satunya yang dapat menopang kelanjutan hidup.

Rizqi Awal
(Pemilik duarcell.com dan Koordinator Tim Trainer BKLDK Bandung)

Via Dakwahkampus.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar